Showing posts with label TemanHidup. Show all posts
Showing posts with label TemanHidup. Show all posts

Langit Bogor Sore itu


Aku memandangi wajahmu
dengan rasa rindu
yang mungkin hanya aku dan Tuhan pahami.

Kamu yang sejak tadi aku pandangi
hanya tersenyum jahil
berharap pandanganku
tidak lagi mengarah padamu.

Dalam hitungan jam,
kita sudah berbincang banyak hal,
namun mengapa aku masih belum bosan,
untuk mengalihkan padanganku kepada yang lain?

Berhari-hari, aku tidak menatapmu,
rasanya dua minggu saja tidak memandangimu
cukup membuat rasa rinduku menderas
seperti hujan di langit Bogor sore itu.




- Gee



Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Aku Suka


Aku suka pelukanmu,
Pelukanmu adalah tempat berpulang yang paling nyaman.
Aku mau dipeluk sampai lelap.
Sampai  aku lupa bahwa aku ada dalam dekapan.

Kamu buat aku jadi gila ! Kamu buat isi otak aku menjadi monoton. Kamu lagi, kamu lagi dan kamu lagi. Kamu berhasil membuat seluruh duniaku penuh dengan nama kamu. kamu lagi! iya kamu lagi!!!

Aku suka dengan caramu mengecup seluruh wajahku.
Aku suka dengan caramu memeluk dengan melingkarkan tangan di pinggangku.
aku suka dengan caramu mengulurkan tanganku, yang membantu aku bangun ketika aku sedang duduk dan ingin berdiri.
Aku suka dengan kecupan di bibir mu, yang terasa sedikit geli karena kumis kamu.

Aku suka dengan semua tentangmu.
Aku suka dengan semua kekuranganmu.
Aku suka dengan kebiasaan kamu.
Aku suka Wajahmu, hidungmu, matamu, rambutmu, telingamu, jari-jari tangan dan kakimu. Gesture badanmu yang sepertinya tidak pernah bisa gemuk, Kulit coklatmu, poni dirambut kamu yang sesekali kamu usap karena menutupi kening kamu. Bunyi dengkur kerasmu ketika kamu tertidur hahaha


Aku suka dengan setiap jengkal apa yang ada pada diri kamu.
Tidak peduli apapun itu.
Tidak peduli akan wujud kamu, sekarang ataupun nanti.
Semua akan tetap sama menurutku.
hidung mancungmu, kulit cokelatku dan bentuk rambutmu.

Sore ini, aku kembali ke duniaku.
Tapi, kini dan setelahnya, mungkin aku tidak akan lagi tertarik dengan yang lain. Mungkin.


Aku adalah samudera yang dalam.
Kamu adalah penyelam yang handal.
Aku adalah buas yang kamu jinakkan.
Selamat, kamu adalah tuan-nya.


Soto mie Bogor,
Telur gulung pakansari,
Nasi uduk + risol + bakwan aa,
Susu panas yang biasa kita habiskan segelas berdua,
Dan hari ini....


Hal itu yang akan selalu kuingat.


Tawamu,
Alis tebalmu.
Hidung mancungmu.
Kumis dan jenggotmu yang kadang menusuk ketika ku kecup
Akan menjadi hal yang paling dirindukan.

Terima kasih.
Semoga selalu ada saja hal untuk kita bisa bersua kembali.



dari-
Perempuan yang sedang dalam pelukan - Gee
(kaya lagu ya? haha)






Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Kepada pahlawan masa depanku

 
 
Selamat sore pahlawanku sayang....
Kamu lebih dari sekedar pahlawan.
Kamu penyelamat segala kegundahanku,
penyelemat segala sepiku,
penyelamat dari kegelisahan hatiku, pendengar setiaku,
yang paling selalu siap memberikan pundakmu bersandar untukku,
yang tidak pernah bosan untuk selalu menyeka air mataku,
Hadiah terindah dari langit yang Allah beri untuk menjagaku.
Tingkahmu, yang konyol yang selalu membuat aku tertawa.
Kata-katamu yang selalu menggelitik perutku,
dan tawamu yang sesekali mengejekku,
semua penuh dan tersimpan rapi di memoriku.....
Kepada pahlawan masa depanku,
terima kasih telah memperjuangkan hubungan kita sampai sejauh ini,
terima kasih untuk tetap terus ada bersamaku,
aku yang menyebalkan, menjengkelkan, keras kepala, manja,
bahkan untuk dewasa sedikitpun aku belum pernah.
Tapi kamu tetap dengan sabarmu,
kamu tetap dengan rasa sayangmu untuk terus memperjuangkan masa depan bersamaku....
Kepada kamu pahlawan masa depanku,,,
terima kasih telah mereformasi hidupku, dari abu-abu menjadi putih...
dan perlahan menjadi berwarna....
terima kasih atas segala kesederhanaan penuh sabar dan tulus itu,
terima kasih atas segala sesuatu yang aku tidak dapat menyebutkan satu persatu...
Dan terima kasih, rasa syukur yang tidak akan pernah habisnya kepada Allah,
yang telah mengirimkan kamu untuk menjadi pelengkap segala kekuranganku.
Kepada Masku, pahlawan masa depanku...
Kamu adalah patriotku, anak-anak kita kelak, cucu-cucu kita kelak.
Kamu adalah patriot keluarga. Tetap menjadi kamu yang sabar, tulus, sayang.
Love you Dee, 






Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Allah, Tolong jangan hadirkan pria yang salah lagi dihidupku


Ya Allah, aku tau cintaMU begitu besar terhadapku,
terkadang aku hanya salah mengartikan tiap titik-titik takdir yang telah digariskan untukku..
aku memang manusia lemah, terkadang aku suka berkeluh kesah,
kepada orang yang salah yang sebenarnya juga mengadu kepadaMU...

Ya Allah,,,
aku akui memang benar, kalau ada orang yang hadir hanya sebentar di hidup ini,
selain mereka meninggalkan bekas luka, pasti meninggalkan pelajaran berharga.
Tapi Ya Allah, 
Hati wanita lemah, dan memang benar adanya...
baru di beri janji manis sudah luluh...
padahal aku sering membaca bahwa berharap selain kepadaMU amatlah menyakitkan...
dan ini adalah teguran untuk ke sekian kalinya,
itu sangat sakiiit Allah...

Aku lelah, selelah-lelahnya...
Hubungan aku dan dia abu-abu Allah..
tidak hitam, tidak putih....
kami bungkam dan tidak saling sapa selama beberapa hari terakhir ini..
aku seperti di abaikan, benar Allah sangat sakiit berharap cinta selain daripadaMU
apa mungkin ini sinyal dari dia Allah?
atau ini petunjukMU bahwa kali ini aku ada pada pria yang salah lagi?

Jika Ya, tolong ALLAH aku ingin jauhkan saja dia. hilangkan saja rasa ini...
jika tidak, tolong Allah beri aku kesabaran lagi untuk menunggunya yang berjuang menghalalkanku. 

air matapun rasanya enggan untuk menetes lagi kali ini...
sekarang aku biarkan mengikuti arus takdirmu...
tidak ada usaha untuk membuka hati....
Aku pasrah, jika jodoh dekatkan ya Allah jika bukan jodoh jauhkan....
dan tolong Ya ALLAH, tolong jangan hadirkan pria yang salah lagi dihidupku....

beri aku waktu ALLAH untuk merubah diriku dan semakin dekat denganmu...
terutama di bulan ramadhan ini, aku ingin dapatkan malam seribu bulan itu taun ini dan taun-taun selanjutnya. aku ingin, aku ingin, aku ingin berada pada barisan hambamu yang sabar, hambamu yang selalu bersyukur...Aamiin

Allah terimakasih atas karuniamu yang selalu sempurna.

Dari hambamu... 
yang masih belajar menjadi shalehah








Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Lelah



Ini adalah titik dari segala puncak kesabaranku,
Maaf kali ini aku sudah benar-benar tidak bisa kendalikan diriku.
Karena bagiku, kalau memang kamu berniat untuk serius denganku,
Kamu pasti akan mendatangiku dan menjelaskan semuanya.
Atau mencoba untuk meluluhkan hatiku, lagi.
Bukan malah, ketika aku diam kamu mundur.

Aku sebenarnya ingin tau seberapa besar niat baik kamu itu?
Dan ternyata, aku kecewa ketika aku harap sifat dewasamu keluar kala aku mendiamkanmu.
Kamu malah, entah kemana. Kecewa, dan aku lelah.

Sampai pada akhirnya, malam ini satu persatu dari keluargaku mulai bertanya.
“kemana dia? Kenapa tidak main lagi?”
aku hanya bisa menjawab dengan senyum simpul penuh luka,
Tapi tetap saja, mama selalu menanyakan hal itu.
Dan aku tetap dengan senyum andalanku yang aku yakin mama pasti tau jawabannya.

Uffffff,,, entah apa lagi yang harus aku tulis yaa? hahahahaha
Aku terus berpura-pura tidak terjadi apa-apa di depan keluargaku.
Harusnya aku tetap pada komitmen awalku.

jangan biarkan satu orangpun teman priaku main kerumahku. Kecuali yang benar-benar berniat menikahiku

Percuma, takdir sudah menggariskan perkara ini. Aku harus hadapi….

Dia update status di facebook, online di whatsapp, ganti DP BBM, update status BBM.
Aku tidak memiliki nyali untuk memberikan kode,
bahwa sebenernya aku memperhatikannya dan HEY AKU RINDU.
Entah kenapa tidak biasanya. Aku biarkan rasa ini mengendalikan emosiku.
Dan mengunci kedewasaanku.
Sedih, kecewa dan lelah, yaa aku manjakan mereka,
Aku biarkan mereka menguasaiku.
Karena orang yang aku anggap adalah benar-benar pria takdir,
Ternyata, aku harus mengikhlaskan sekali lagi bahwa aku bukan tulang rusuknya.
Aku lelah mencoba lagi dan gagal lagi, coba lagi gagal lagi.
Aku lelah ALLAH…. Aku cape, tolong Ya ALLAH jatuh cintakan saja aku pada jodohku. Aamiin



 -Gestiku




Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Aku percaya Takdir.

"Priiiiit priiiiiiit priiiitttttttt" begitu suara peluit dari arah bawah yang terdengar di pendakianku. "Ges ayo semangat Ges..... priiiiiit priiiiit" pria itu masih tetap menyemangatiku yang diam tanpa kata selain terengah-engah mengatur nafas panjang agar benar-benar kuat sampai puncak. "Gesti ku....at. Gesti kuat priiiit priiiit" lagi lagi dia masih saja menyemangatiku. Sesekali aku melirik kearah wajahnya yang penuh semangat dengan peluit yang berada di tas gunung miliknya. "Priiiit priiiiit.... Ayo semangat Gesti. Gesti ayoo semangat...." entah untuk kesekian kalinya, di sepanjang perjalanan pendakian dia selalu menyemangatiku. Sampai dijalan mendaki, orang-orang yang melihat kami mungkin heran hehehe. Tapi ada yang lucu disini, aku bungkam, diam tanpa ekspresi apapun, tak menghiraukan dia yang selalu menyemangatiku tetapi dia tetap saja begitu, tidak pernah bosan dan tidak pernah berhenti.



Ditengah perjalanan setelah mendaki panjang, entah siapa yang mulai. Begitu saja, kamu tiba-tiba marah sama aku. Debat panjang lebar dan aku mendiamkanmu. Meski aku marah kamu tetap saja terus berbicara dan mencoba melucu. Sampai aku, kini yang berjalan di depanmu. Aku berjalan lebih cepat diantara bebatuan itu. Aku diam untuk waktu yang lama, tiba-tiba aku tidak mendengar suaramu lagi. Hening begitu saja. Aku tak berani menoleh kebelakang, meski aku tau kamu tak lagi melangkah tepat di belakangku. Biar saja!! Huh aku tak peduli titik. Dia sudah menyakitiku, biarkan saja !! Kataku dalam hati. Akhirnya dari arah belakang gw dengar "Ges, tunggu dulu apa. Sandal gue putus nih." aku masih tidak menghiraukannya, masih terus melangkah. "Jangan mentang-mentang lo pakai sendal jadi bisa jalan lebih cepet dari gue" katanya kesal. Sambil menarik nafas panjang dan menghembuskannya aku menghentikan langkah aku. Tanpa menoleh, aku membiarkan dia dari arah belakang berjalan sampai ada disampingku. Setelah tepat berada disamping aku dia tunjukkan sandal yang putus itu. Sedikit tidak percaya, mungkin ini hanya trik dia ingin membuatku tertawa pikirku. Itu pasti memang model sendalnya bongkar pasang pikirku. Dengan muka sedikit judes, aku abaikan dia dan masih dengan bungkamku. Dia masih memaksa untuk memakai sendal itu "yaaa putus lagi sendal gue" katanya dengan sedikit kesal. Kali ini aku percaya, sandalnya benar-benar putus. Ahh biarkan saja, aku tetap tidak peduli. Masih gondok.




Dia berjalan, dengan tas gunung yang dia panggul dan dengan sandal putus ditangannya serta kakinya yang polos tanpa alas berjalan menelurusi bebatuan itu. Kali ini kami berjalan berdampingan, dalam keadaan seperti itu. Dia masih tetap bisa tertawa, dia masih tetap melucu didepanku, masih juga ceramah tentang kehidupan dan tentang perjuangan seorang ibu. Menurutnya, apalah arti dia berjalan diantara bebatuan dibandingkan dengan seorang ibu yang mengandungnya sembilan bulan. Ga ada hubungannya sih, meski aku tau seumpama yang dia ucapkan itu ga sebanding. Aku hanya menyimak kata demi kata yang dia ucapkan. Mungkin aku masih kesal, dan iya aku memang kesal. Finally, mungkin dia cape mencoba buatku tertawa dengan perkataan, dia ga pernah berhenti sampai situ, selalu banyak akal, itulah dia. Dia kemudian berjalan di lebay-lebay in di depanku sambil menahan sakit di kakinya yang menginjak bebatuan. Tapi kali ini memang benar-benar lucu tingkahnya,aku sudah berusaha menyembunyikan tawaku "jangan sampai terdengar oleh dia tawaku" kataku dalam hati. Spontan saja setelah aku membatin seperti itu, dia langsung menoleh kearahku. Mungkin dia ingin tau apa misi ini berhasil untuk membuatku tertawa? Dan yaaah, aku tidak bisa tahan tawaku lagi. Aku tertawa terbahak-bahak di depannya. Dengan wajah cerianya, dia juga tertawa kearahku seperti berkata dalam hati "akulah pemenangnya" hahaha. Tapi sumpah itu lucu banget, bahkan sekarangpun aku menulis sambil cekikikan sendiri hahaha. Lucu banget tingkahnya, ada aja hal yang bikin aku jadi tertawa.


.....
Pria konyol, pria ceria, pria yang selalu membuat aku tertawa lepas, pria yang selalu hadir di weekendku untuk memberikan aku tawanya yang tulus, pria yang hadir untuk menggenapkan segala kekuranganku, aku tidak memujanya, aku hanya mengagumi caranya membuat orang tertawa.

 Aku jadi teringat, masih sama masih dihari itu, masih dikota Bogor sebelum sampai di curug. Kami sholat dzuhur di masjid Annur daerah leuwiliang. Dia ngoceh-ngoceh panjang lebar, menasehati tentang diriku yang lemot dan superrrrrrrr anggun yang membuat dia kadang kesal dan gregetan melihat tingkahku ini. Sampai ingin melanjutkan perjalananpun dia masih saja terus berbicara. Mungkin karena batinku tidak terima di judge lemot olehnya, akupun langsung berusaha membuktikan bahwa aku ga selemot yang dia pikirkan. Aku dengan segera naik motor. Bukan naik dengan sempurna, sepatuku malah lepas dari kakiku karena tangkringan motor licin terkena hujan. Hampir saja aku terjatuh, untung saja aku bisa jaga keseimbanganku. Aku yang melirik ke bawah mencari sepatuku saat itu kebingungan, entah harus turun atau minta tolong mengambilkannya? Tiba-tiba saja dia langsung menundukkan badannya dengan posisi masih duduk di motor. Ketika Sepatuku sudah berhasil diambil, dengan segera dia memakaikannya di kakiku dengan sempurna. Aku yang tadinya sedikit kesal jadi hilang karena dia melakukan hal sederhana yang so sweet. Baru saja aku mengaguminya, ketika dia dengan sempurna memakaikanku sepatu, dia langsung mencubit kakiku. Cubitannya lain, seperti dia sedang gemas kepadaku hahahaha. Ketawaku pecah, diiringi hujan yang turun siang itu di leuwiliang bogor. Aku tau sekarang kenapa banyak orang yang suka hujan. Semoga saja, hujan ini bukan hanya menyimpan kenangan. Semoga saja, suatu saat aku bisa menikmati hujan bersama anak kami kelak aamiin.



Di perjalanan menuju curug, aku masih saja tertawa mengingat hal itu, sesekali aku menyembunyikan tawaku agar tidak terdengar atau bahkan terlihat dari kaca spion kiri itu.  Tapi tetap saja, aku tertawa terbahak-bahak dan dia memergokiku. Dengan wajah sedikit heran di berkata "geli banget tawanya, udah apa udah" semakin dia berbicara justru aku malah semakin kencang tertawanya hahahaha.

......
Ada lagi, entah siapa yang mulai. Kami berantem lagi. Aku bungkam, sesekali dia menoleh kearah belakangnya untuk melihat wajahku. Memastikan keadaanku, mencoba menatap mataku. Karena aku selalu bersembunyi dari spion motor sebelah kiri itu. Dengan cepat aku langsung memalingkan wajahku ketika dia menoleh. Dia tau aku marah. Dia berkali-kali menasehatiku. Sesekali bertanya "apa salah kalau aku kasih tau kalau kamu itu salah?" Aku masih tetap dengan diamku. Fikiranku sempat kemana-mana, sampai akhirnya aku tak mampu lagi menahan perih itu. Air mataku terjun bebas dipipiku, aku biarkan air mata itu mengering agar bekasnya bisa dia lihat. Sedang menikmati air mata yang terjun bebas itu. Tiba-tiba saja dia membelokkan arah motornya ke tempat makanan oleh-oleh Bogor. Aku masih bungkam, masih saja diam. Dia menawariku asinan bogor. Katanya asinan bogor tuh enak. Dia nanya aku mau beli berapa? Aku bilang saja 2, 1 untuk kakakku dan satu untuk mamaku, aku lihat ada 5 asinan bogor disitu. Akupun berlalu, dan masuk kedalam toko itu lebih jauh, melihat-lihat ad makanan apa saja yang kira-kira bisa aku beli. "bungkus semua a' " katanya kepada penjaga makanan itu. "Haah bungkus semua?" Tanyaku dalam hati dengan penuh keheranan, ah mungkin aku salah dengar pikirku. Setelah puas melihat-lihat ke dalam toko makanan, ubi ungu adalah pilihanku, dengan segera aku ambil ubi ungu itu dan menyatukan bayaran dengan asinan bogor yang barusan dibelinya. "Whats," betapa shocknya aku saat benar-benar memang kelima asinan bogor itu disapu bersih sama dia. Reflek dengan muka masih judes dan penuh heran aku bertanya "ngapain beli banyak-banyak? Buat siapa aja?" Tanyaku sinis takut mubazir kalau kebanyakan beli dan semuanya untuk keluargaku. "Buat kamu dua" sambil memisahkan asinan bogor itu dari ketiga yang lainnya. "Yang ini buat kakakku, kakakku, kakakku" dengan muka polosnya." Seperti tidak terima mendengar penjelasannya, aku langsung bilang "yaudah klo gitu yang ini buat kakakku,bapakku,mamaku,adikku,adikku. Jd pas deh ada 5" dengan wajah kemenangan aku, karena itu berarti asinan Bogor kelimanya buat aku hahaha dan lagi ketawaku pecah. Si kasir toko sampai tertawa dengerin kami hahaha. Kali ini Dia menang lagi lunakin hati aku hahaha dasar wanita lemah :p

...........


"Are you ready" katanya bertanya dengan penuh semangat sebelum memulai pendakian. "I am ready" jawabku yang tak pernah kalah semangatnya juga. Berjalan diantara bebatuan itu, curug muara herang. Belum sempat ada 10menit kami melakukan istirahat hahahah, sempat kesal juga dia karena aku terlalu lemah dan istirahat terus. Dengan jas ujan yang beda yang kami pakai haha, ini sangat konyol, ini gila kataku dalam hati. Baru ini aku bener-bener merasa jadi diri aku seutuhnya. Berpenampilan "cuek" dan dia pun begitu. Tidak mempersalahkan ke'gila'an ini. Bertingkah konyol hhaha. Kemudian aku berfikir. Ini bukan tentang menemukan yang hilang, tetapi yang datang untuk saling menggenapkan kekurangan masing-masing. Karena tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Aku percaya takdir.


Ini tulisan aku tentangnya, agar kelak ketika kami jauh atau kelak anak cucu kami tau betapa konyolnya kelakuan orang tuanya hahahaha. Kelak,,, Aku akan baca ulang lagi cerita ini dan biar aku selalu ingat aku pernah sebahagia ini sama dia. Alhamdulillah aku bisa mengenalmu My F-





Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Petualangan seru ke Curug Muara Herang 2016

Assalamualaikum Guys.
Bagaimana kabar weekend kalian? Kali ini gue akan review tempat wisata puncak Bogor yang keren, bagus, lucu dan alam banget. Tempatnya ada di leuwiliang Bogor.
Disini ada banyak curug. Curug seribu, curug muara herang, dan beberapa curug lainnya yang gue lupa wkeke.

HTM nya, kalau ga salah sih 25.000 untuk 2 orang dan satu motor. Gatau yaa kalau naik mobil bayar berapa? Huhu.

Setelah ada drama-drama hujan-hujanan dijalan. Nyasar juga akhirnya kami tiba juga di curug yaaaaayyyy !!!!! Toss uhlala ala by max wkeke. Gue belum pernah kealam gitu. Agak kaget ketika mau ke curug pakai jas ujan hahaha. Karena memang hujan sih. Tapi kocak aja hhaha. Sumpah gue polos banget, sewaktu gue angkat celana jas ujan gue tinggi-tinggi. Dengan sedikit mengejek sambil tertawa kecil dia bilang "itu ngapain sih celananya diangkat-angkat? Lepas aja sih masyaallah" dengan nada sedikit manja gue bilang "ini celananya kegedean !!!" Langsung dia bilang "yaudah sih nih pake yang ini" akhirnya berduaan jalan kya bocah peleh dia pakai baju jas ujan warna pink celana biru, gue pake baju jas ujan biru dan celana pink hahah ini kekonyolan yang gila banget tanpa jaim cuma sama dia temen hidup gue yang ga usah lebay-lebay anak alay. Dia bisa jadi diri dia sendiri, dan gue bisa jadi diri gue sendiri yang kemudian bisa saling melengkapi *curhat wkwk.

Baiklah, setelah peleh pakai jas ujan setengah-setengah. Pas mau mendaki menuju curug seribu tiba-tiba penjaganya bilang kalau cuaca lagi ekstrim a.k.a lagi bahaya jadi curug seribu ditutup. Agak kecewa sih gue tapi dia langsung dengan semangat bilang "ayo kita ke curug muara herang aja".

Finally setelah mendaki gunung melewati lembah tibalah kami di curug muara herang 2016. Berikut penampakannya cekidot









Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Hujan



Bertubi-bertubi menjatuhiku yang dingin
Bisakah kamu hangatkan sifat dinginku dengan sopan?
Aku hanya ingin kita berdampingan dengan candaan.
Tetesan hujan mengiringi air mata.
Menetes jatuh tanpa suara.
Merasakan sakitnya luka.

Aku menemukan mataku yang tersiksa saat itu,
Sedang menangisi diri ini yang rebah di tengah hujan
Dan, menjelang kepergianku,
Dengan segala lelah bekerja yang tertanggung di bahuku.
Mengapa tidak kamu panggul meringankannya?
Meski sekedar berkata "berteduh dulu, hujan belum reda"
atau mengalihkan perhatian dengan selipkan senyum di wajahmu,
Agar lelah dihatiku sedikit terabaikan.
Agar bisa ku nikmati rindu yang mulai menggerutu ini.
Bukan malah menyuruhku pulang bersama hujan.





Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Menelusuri Jejak-Jejak Sepurmu

(pict by : F)


Aku sedang menelusuri jejak-jejak sepurmu..
Sepur dengan Cc berapa yang kamu naiki?
Dines ke daerah mana kamu hari ini?
Aku tetap dalam penantian pulangmu,
Tak peduli dengan seragammu yang bau asap itu

Ada banyak kerikil disetiap celah relmu,
Aku tak bergeming dengan hal itu,
Aku tetap berjalan menelusuri jejak-jejak sepurmu,
Berharap ada taburan cinta yang kamu tumpahkan di setiap rel itu untukku

Aku masih menelusuri jejak-jejak sepurmu...
Setiap tapakan kaki ini, tak peduli harus berlari...
berharap aku bisa mengejarmu yang duduk di paling depan di sepur itu..

Aku akan terus menelusuri jejak-jejak sepurmu....
Untukmu yang aku cintai tanpa ragu
I Love You Pak Masinisku

-Gestiku




Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook