Pengalaman naik kereta KMT terakhir Bogor - Bekasi

Hay guys,
Jadi gini, ini adalah pengalaman terdeg-deg ser. Karena Gee baru pertama kalinya punya pengalaman naik kereta Komuter line (KMT) Bogor - Bekasi yang terakhir. kali ini bener-bener yang terakhir.

Jadi gini kronologi awalnya,
Gee abis liburan sama temen-temen ke puncak.
emang sih suasana lagi musim hujan.
yaa namanya juga kota hujan bukan Bogor dong namanya kalo ga hujan -_-

Kami semua lepas landas dari Villa puncak setelah magrib.
ini pun nunggu hujan agak reda.
Perjalanan menuju stasiun Cilebut,
Setelah sampai di bendungan katulampa hujan mulai deras.
yaa sudahlah neduh dulu disekitar situ.
Jam 8 malem masih neduh dan hujan mulai reda.
Jalan lagi lah, ga jauh dari Universitas Pakuan eh hujan deres parah banget,
kita lumayan lama nunggu disini.
sekitar jam 10 an lewat hujan masih rintik-rintik.
ini neduh di Indomart sampe tukang parkir pulang haahahah

Okelah sampai Stasiun Cilebut jam setengah 11.
Sebelum Tap in nanya ke petugas tiket dulu
" A' kereta Bekasi masih ada ga sih kalo jam segini saya masih di Cilebut?"
si aa langsung mengangguk sambil senyum sok imut -_-

Berkali-kali kereta yang datang selalu dari arah Bojong Gede-Bogor.
Sempet mikir waduh ini sebenernya masih ada ga sih keretanya?
Si aa yang tadi bener apa ga sih?
Eh ga lama Announcernya bilang
kalau kereta Manggarai pemberangkatan terakhir
tersedia 1 pemberangkatan dari stasiun Bogor.
Alhamdulillah, aku sempet deg-degan soalnya itu yang lewat dari Bogor selalu hanya sampai Depok.
Kereta Feeder Bogor - Depok - Bogor kayaknya sih.

Alhamdulillah, jam 11.15 Kereta Terakhir dari Bogor
dengan tujuan hanya sampai Manggarai sampai juga di Stasiun Cilebut.
Hujan deras, nyaris tengah malam, nunggu kereta.
Aaaah nikmat banget bisa liat hujan di tengah malam sambil nunggu kereta,
udah sampe kereta dapet duduk pula :)

Sampai manggarai jam 12.15
ga ngerti juga sih yaa gimana ceritanya kenapa perjalanan Cilebut-Manggarai bisa selama itu
soalnya dalam perjalanan di temenin chat sama si Dia hehe.

Manggarai udah mulai sepi, beberapa lampu peron sudah di matikan,
seperti peron jalur 8 dan 9 jurusan Bogor.

kereta aku mendarat mulus di peron jalur 5 jadi ga usah nyebrang lagi,
dan kereta Bekasi udah setia nunggu di jalur 4 terus ga lama kereta terakhir ke Bekasi itu juga jalan deh hehehe.

Intinya sih kereta terakhir dari setiap ujung-ujung stasiun kaya Bekasi atau Bogor pasti terakhir itu jam 12 an. Jangan takut bakalan ga ada kereta lagi. Masih ada kok, atau ada baiknya tanya dulu ke petugas karcisnya. Gitu


Salam

- Gee



Temani aku hingga senja menutup usia



Hal yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya,
adalah dicintai kamu.
Juga segala penerimaan kamu
atas kurangnya aku.
Kamu yang rela mendampingiku
mengejar segala impianku.

Kamu yang tidak pernah ingin aku menyerah.
Dan selalu menjadi orang pertama
yang menyemangati saat aku mulai lemah.
Kamu yang mendekap, 
saat hujan membuat aku kedinginan.
Kamu yang meyakinkan,
semuanya akan baik - baik saja.
saat senja mulai menggelapkan.

Kamu yang selalu ada.
Bahkan,
Saat aku tidak bisa membuat kamu bahagia.
Kamu yang percayakan hatimu padaku.
Kamu yang bersedia setia mendampingiku.
Bahkan saat aku berada di titik terendahku.
Kamu yang menyediakan bahumu,
untuk memapahku berdiri.
Menjadi seseorang,
yang bersedia berbagi tempat melepas lelah.

Kamu cinta, 
Yang mengerti rasanya diterima. 
Kamu rindu, 
Yang membuatku paham rasanya ditunggu.
Kamu sayang,
Yang membuat hati ini nyaman dalam dekapan. 
Saat hidup terasa berat,
Kamu memelukku erat. 
Bahkan, 
Saat kamu lelah sekalipun, 
Tetap saja bersedia menemani aku
Hanya untuk memastikan agar aku tidak patah

Kamu menerima aku
yang tidak pernah lepas dari salah
Namun, 
Kamu tetap disampingku, 
Mengajakku memperbaiki segala salah
yang pernah membuat kita terluka. 
Kamu yang selalu ingin kita,
menghabiskan waktu untuk segala impian. 
Kamu yang tidak pernah mau melihat aku berjuang sendirian. 
Selalu ada,
Menjadi orang yang rela berbagi apapun. 
Denganmu,
aku merasa lebih baik. 
Meski kita harus menghadapi hal-hal yang rumit. 
Kamu yang selalu meyakinkan, 
Semua ini untuk kita. 
Bukan untuk aku atau untuk kamu. 
Hingga aku menyadari, 
Kamu adalah orang terpenting dalam hidupku.

Tetaplah menjadi teman baik.

Menjadi sahabat yang memelukku erat, 
Saat aku mulai tak lagi kuat.

Menjadi kekasih terhebat, 
Yang menemani fase-fase sulit dalam hidup.

Bersamamu, 
Ingin aku hadapi segalanya. 
Sampai waktu menutup usia kita. 
Tetaplah menjadi seseorang, 
Yang bersedia mendampingiku. 
Hingga tiba waktu, 
Kita tidak lagi bisa saling menatap dengan mata
Sampai hari dimana tubuh kita. 
lemah tidak berdaya.
Aamiin 

💗 FA.G 💗

"Aku ingin terus sepert ini sayang, Terus mencintaimu selamanya"

- Gee

Langit Bogor Sore itu


Aku memandangi wajahmu
dengan rasa rindu
yang mungkin hanya aku dan Tuhan pahami.

Kamu yang sejak tadi aku pandangi
hanya tersenyum jahil
berharap pandanganku
tidak lagi mengarah padamu.

Dalam hitungan jam,
kita sudah berbincang banyak hal,
namun mengapa aku masih belum bosan,
untuk mengalihkan padanganku kepada yang lain?

Berhari-hari, aku tidak menatapmu,
rasanya dua minggu saja tidak memandangimu
cukup membuat rasa rinduku menderas
seperti hujan di langit Bogor sore itu.




- Gee

Aku Suka


Aku suka pelukanmu,
Pelukanmu adalah tempat berpulang yang paling nyaman.
Aku mau dipeluk sampai lelap.
Sampai  aku lupa bahwa aku ada dalam dekapan.

Kamu buat aku jadi gila ! Kamu buat isi otak aku menjadi monoton. Kamu lagi, kamu lagi dan kamu lagi. Kamu berhasil membuat seluruh duniaku penuh dengan nama kamu. kamu lagi! iya kamu lagi!!!

Aku suka dengan caramu mengecup seluruh wajahku.
Aku suka dengan caramu memeluk dengan melingkarkan tangan di pinggangku.
aku suka dengan caramu mengulurkan tanganku, yang membantu aku bangun ketika aku sedang duduk dan ingin berdiri.
Aku suka dengan kecupan di bibir mu, yang terasa sedikit geli karena kumis kamu.

Aku suka dengan semua tentangmu.
Aku suka dengan semua kekuranganmu.
Aku suka dengan kebiasaan kamu.
Aku suka Wajahmu, hidungmu, matamu, rambutmu, telingamu, jari-jari tangan dan kakimu. Gesture badanmu yang sepertinya tidak pernah bisa gemuk, Kulit coklatmu, poni dirambut kamu yang sesekali kamu usap karena menutupi kening kamu. Bunyi dengkur kerasmu ketika kamu tertidur hahaha


Aku suka dengan setiap jengkal apa yang ada pada diri kamu.
Tidak peduli apapun itu.
Tidak peduli akan wujud kamu, sekarang ataupun nanti.
Semua akan tetap sama menurutku.
hidung mancungmu, kulit cokelatku dan bentuk rambutmu.

Sore ini, aku kembali ke duniaku.
Tapi, kini dan setelahnya, mungkin aku tidak akan lagi tertarik dengan yang lain. Mungkin.


Aku adalah samudera yang dalam.
Kamu adalah penyelam yang handal.
Aku adalah buas yang kamu jinakkan.
Selamat, kamu adalah tuan-nya.


Soto mie Bogor,
Telur gulung pakansari,
Nasi uduk + risol + bakwan aa,
Susu panas yang biasa kita habiskan segelas berdua,
Dan hari ini....


Hal itu yang akan selalu kuingat.


Tawamu,
Alis tebalmu.
Hidung mancungmu.
Kumis dan jenggotmu yang kadang menusuk ketika ku kecup
Akan menjadi hal yang paling dirindukan.

Terima kasih.
Semoga selalu ada saja hal untuk kita bisa bersua kembali.



dari-
Perempuan yang sedang dalam pelukan - Gee
(kaya lagu ya? haha)




Pengalaman mendaki pertama kali ke Gunung Gede Pangrango 2018



23 Juni 2018, 07.15 - 17.30

*Pos Pemeriksaan Simaksi

Setelah pemeriksaan simaksi di pos. Para pendaki di absen, diingatkan untuk tidak membawa bahan - bahan yang mengandung kimia seperti odol, sabun muka, tisu basah dll karena semua yang mengandung kimia akan dapat merusak tanaman. Kotak p3k juga ditanya, jadi minimal dalam 1 tim harus ada satu orang yang siap kotak p3k dan logistik.
Baru naik sampe sini, asli udah ngos ngosan parah. Nafas udah ga teratur,jantung udah berdetak lebih kenceng dari biasanya. Soalnya emang jalanan tanjakannya juga lumayan tinggi sih. Ini aja baru nanjak segini udah minta madu kasian si aby nya tapi gpp lah daripada aku pingsan.

*perkebunan warga
(istirahat di perkebunan warga)

Disini masih belum kerasa kaya naik gunung malah ngerasa kaya jalan-jalan di kebun yang ada dikampung aja heh ada banyak kebun daun bawang, sawah warga, meskipun nafas agak tersendat masih bisa foto selfie. Tapi sumpah nafas udah ga teratur banget. Cape aja, salah aku emang naik tanpa persiapan fisik.


*pusat informasi
Istirahat disini. Tadinya aku masih pake daypack. Tapi karena aku kecapean, jantung deg degan kenceng banget. Keringet udah kemana mana. Akhirnya jaff bilang
"gee bawa kesini daypacknya"
"hah?"
“bawa kesini gee” jelas jaff
Dan aku pun nyerahin daypack aku ke jaff dan daypack aku di simpen di atas carier dia. Ga kebayang deh beratnya bakalan kaya apa. Padahal carier nya itu isinya tenda, baju, nesting, sleeping bag 2, matras 3 dan daypack isinya p3k, makanan ringan, hp, pokoknya hal yang kecil kecil deh. Dan jaff bawa itu semua wooooowwwww subhanallah jaff sehat terus ya jaff :')
"udah gpp ayoo jalan. Klo misalnya cape bilang aja yaa" lanjut jaff dengan sabar
"eh don mending lu jalan duluan aja. Gua sama cewe gua belakangan" terang jaff. Mungkin dia ga tega juga kali yaa ngebiarin temennya harus ngimbangin aku sama jaff karena emang aku itu jalannya lama banget. Sedangkan si odon,aby dan vey cepet banget jalannya.
"yaudah gua tunggu di pos 1 ya" saut odon sambil berlalu bareng vey, dan abi
"kamu makan gula merahnya gee" terang jaff sambil ambil gula merah dari dalam tas
"iya sayang" dengan muka penuh dosa :'(
"ayoo lanjut" dan kami pun jalan ke pos 1

*pos 1 Legok Leunca
Terlihat odon, vey dan abi lagi pada duduk santai. Si odon lagi istirahat senderan di carier, vey lagi duduk santai tanpa muka kecapean ga kaya aku yang baru sampe pos 1 aduh ya ampun udah kecapean, dan abi yang terlihat lagi asik ngopi.
"ngopi bang" sapa abi ke Jaff
"iya bi. Slow" saut jaff
"lu udah daritadi disini?" tanya jaff ke odon
"udah gua lumayan, udah makan juga" jawabnya
"njiiir yaudah lu duluan aja dah. Cewe gua ini cape banget dia ga bisa cepet cepet jalannya" saut jaff mempersilahkan odon buat naik duluan
"yaudah gua duluan yaa" pamitnya
"iyaa lu klo mau bangun tenda di deket pintu surya kencana aja yaa" pesan jaff ke odon
"oke frenk gua duluan" sambil berjalan. Entah dia denger apa ga pesan jaff yang jelas setelah itu kita misah.

*pos 2 buntut lutung
(istirahat makan)

Edan edan edannnnnn. Dari pos 1 ke pos 2 lumayan panjaaaaaaaang. Dan untungnyaaaa juga kami mendaki pas lagi musim libur. Jadi ada pos bayangan, ada yang jualan, rame juga. Beberapa kali ketemu orang lewat, ada anak kecil, nyemangatin dan di semangatin hahahaha. Kadang malu sama anak kecil, anak kecil aja dia semangat buat sampai puncak masa aku ga?
Di pos 2 aku ga makan apa apa, ga beli apa apa. Karena mager, banyak banget orang di warung. Jadi kita cuma duduk aja diem disitu. Sambil sesekali di pendakian jaff nanya
"kamu ada yang di rasain ga? Kamu dingin ga?" tanyanya berkali kali.
Karena memang dari pos 2 udah mulai kerasa dingin. Udah mulai ada kabut juga.
“ga kok jaff ga kerasa dingin” jawabku sambil senyum. Ga ngerti sih apa maksud dari senyum aku itu. Pokoknya pengen senyum aja haha.

*pos 3 lawang sekateng

Disini istirahat sebentar, karena sebenernya emang hampir tiap beberapa pijakan aku minta istirahat terus ke jaff. Mungkin semenit naik 5 menit istirahat itu yang bikin buang waktu.
"ayoo gee istirahatnya jangan lama lama. Pokoknya sebelum gelap kita harus udah di surya kencana" tegas jaff sambil terus menyemangati aku
"emang kenapa jaff?" tanya aku heran
"bahaya klo ngedaki malem malem lagi juga biasanya ujan diatas kalo sore" jelasnya lagi
Dan, bener aja ga lama gerimis.
"meskipun baru gerimis harus tetep pake jas ujan. Pake yaah jas ujannya" terang jaff sambil berusaha ngeluarin jas ujan. Terus bantu aku pake jas ujan. Aku juga bantu jaff pake jas ujan dan benerin tas carier sama daypack yang mulai keliatan miring.

(parkir tas)


Sesekali, hmmm berkali-kali malah duduk di tempat yang ada batang pohonnya. Jaff sih bilangnya tempat parkir buat markirin tas haha. Terus kalo dapet tempat parker jaff malah bilang
“ntar dulu gee ini lagi enak nih tempat parkirnya” jawabnya sambil menikmati istirahatnya.
“iya iya iya jaff” jawabku singkat. Dalem hati, ‘duuh ya ampun ini bakalan sampe surken ga ya? Semoga ga malem’ di perjalanan pun aku baca-baca doa biar cepet sampe juga dan biar aku sama jaff kuat aamiin.

*menuju pos 4

Baru beberapa ndaki, aku seperti biasa istirahat. Aku tiba tiba kebelet pipis. Ah elah nyebelin banget sih nih panggilan alam ga bisa diajak kompromi. Untung panggilan alamnya Cuma kebelet pipis baaaaah. Jaff bingung dan alhamdulillah beberapa meter dari pandangan mata aku ada cewe sama cowo lagi istirahat. Jaff ngasih tau aku buat minta tolong anterin sama cewe itu buat pipis. Akhirnya agak masuk ke hutan, loncatin botang pohon cari tempat yang ketutup rindang pohon dan dengan tutupan matras, aku pipis deh. Alhamdulillahnya pas aku pipis ga ada yang lewat juga yaa meskipun emang udah pasti ga keliatan sih tapi tetep aja malu bro klo ada yang lewat. Makasih mbak nya siapapun itu kamu mba, semoga kebaikan mba allah balas aamiin yaa rabb. Gatau deh klo ga ada mbak itu aku gimana jadinya hehe

*pos 4 simpang maleber

Wah ini dia nih. Ujan udah mulai turun deres banget. Aku udah mulai kedinginan, dan aku juga di pos bayangan dari 3-4 ngeliat ada yang hypotermia (keadaan dimana suhu tubuh kehilangan panas tubuhnya. Dan kedinginan, gemeteran).
"gee liat tuh gee ada yang hypo" terang jaff memecah keheningan di sela ndaki.
"ya ampun jaff :')" terus ga kerasa air mata aku netes. Entah jaff tau apa ga.
Yang aku rasain, disitu bener bener cuma ada aku sama jaff. Ada banyak orang tapi ga kenal. Cuma jaff yang kuat, dia bawa tas carier aku bawa daypack aku ya allah jaff baik banget semoga allah balas kebaikan kamu jaff :')
"makanya kamu jangan kebanyakan berhenti. Kamu harus terus gerak biar ga hypo" lagi lagi jaff memecah lamunanku
"jaff aku mau nangis" :')
"hahahaha" tawa jaff lepas
"malah ketawa :'(" mewek abis untung ujan jadi ga keliatan cengeng banget karena air mata langsung di sapu air
"kamu kuat gee. Pelan pelan yaa. Dikit lagi kok" terang jaff
.........
Aku tiba tiba minta istirahat, duduk diem, bengong. Tangan beku, tapi kepala ga pusing tapi sumpah pandangan kabur, gatau muka aku kaya apa waktu itu.
"mas mas itu kupluknya dipakein ke kepala mbaknya. Kasian kepala mbaknya keujanan" tiba tiba seorang cewe ngomong gitu ke aku
"oh yaa makasih yaa mba" ucap jaff
Jadi aku ga sadar kalo sampai kupluk aku lepas. Saking aku udah kaya di awing-awang
"gee muka kamu pucet banget. Kamu pusing ga? Kamu dingin? Ada yang dirasa?" tanyanya sambil makein aku kupluk
"jaff, aku ga dingin. Pusing juga engga tapi kaki aku cape banget jaff. Kaya kram buat naik. Pandangan mata aku juga buram mana aku ga bawa kacamata" jelas aku
"ya ampun gee, yaudah nih kamu makan gula merahnya yaa buat kekuatan" jaff nurunin tas dan ambil gula merah sambil nyuapin ke aku
"ya ampun jaff ini gula merahnya enak banget loh. Aku laper apa yaa?" terang aku
"ya allah gee salah aku harusnya mah kita tadi istirahat dulu beli makan buat kamu. Salah aku emang" ucap jaff merasa bersalah
"engga jaff udah gpp ayoo kita naik lagi yaah abis makan gula merah aku udah lumayan bertenaga dikit nih" terang aku berusaha menyemangati jaff
"mas jamberapa yaa sekarang" tanya jaff sama pendaki yang baru melintas yang memakai jam tangan
"jam 3 mas" jawabnya
"oke makasih yaa" lanjut jaff
"ayoo gee dikit lagi kok" terangnya yang ga pernah berhenti nyemangatin aku
Dalem hati Cuma bilang ‘dari 1 jam yang lalu juga orang-orang yang abis dari atas bilang dikit lagi tapi ga nyampe-nyampe baaaah’
......
Masih di simpang maleber dengan ujan yang cukup derasssss disertai kabut dan angin kencang. Eh ini seriusan deh ga boong, beneran kabut ujan deres dan angi kencang. Tangan kami beku, terasa pas aku pegang tangan jaff. Di pendakian maleber jaff bener bener nuntun aku naik. Hampir di setiap track, tangan jaff nuntun aku. Ya ampun sumpah aku nangis banget di moment ini. Dan hampir beberapa tanjakan, aku diem dulu aku merenung
"ya allah apa aku bisa? Ini dingin banget. Aku cape banget. Itu tanjakannya tinggi, ada aliran air juga turun dari atas" ucap aku dalam hati
Tau ga sih udah kaya jalan di air terjun tau ga. Bayangin aja tracknya naik, tanah dan akar pohon + air dari atas ngalir deres banget.
"ayoo gee, kita pokoknya bikin tenda di surya kencana. Jangan disini. Kalo disini lebih dingin, lebih bahaya" ucap jaff memecah keheningan lagi.
Ngeliat semangatnya pria yang satu ini. Rasanya ga pantes banget aku nyerah, dan aku nangis lagi :'( huhh cengeng geee!!!!!!!
"iya sayang. Pelan pelan yaa. Tuntun aku terus" jawab aku lirih sambil nahan nangis
"pasti sayang" jawab jaff meyakinkan
"di sabar sabarin yaa mas" tiba-tiba terdengar suara seorang bapak yang dari bawah melewati kami.
"hahaha iyaa pak" jawabnya tanpa rasa capek dan dengan tawa.
Ya ampun dalam keadaan lelah kaya gini jaff masih bisa ketawa? Ya ampun aku aja lupa gimana caranya ketawa. Yang inget cuma nangis aja. Senyum aja juga udah ga bisa. Cape bener-bener ngalahin senyum aku huhft.
"ayoo gee semangat gee semangat. Lewat pijakan sini yaaa" terang jaff.
"gee lewat sini gee, gee disini gee, gee ayo gee, gee injek batunya, gee injek akarnya, gee, gee, gee" begitu ucap jaff di sepanjang pendakian simpang maleber. Sampe akhirnya
"alhamdulillah dikit lagi nih gee" ucapnya dengan penuh semangat
"bener?" cuma satu kata ini aja terucap. Rasanya bener bener harus hemat energi.
“iya bener nih udah di batu-batu ini mah udah deket” terangnya dengan penuh semangat…
Dannnnn 30 menit kemudian..... dikit lagi yang bener-bener 30 menit. Dalam hati dikit lagi macaaaaam apa ini. Guys buat kalian yang baru pertama kali naik, jangan percaya sama orang yang bilang dikit lagi hahaha. Sakiiiiit guys, 30 menit guyssss

Surken, 23 Juni 2018 18.00
*SELAMAT DATANG DI SURYA KENCANA
(Surken siang hari)

"waaaah selamat yaaa mas" ketemu si bapak tadi yang bilang 'disabar sabarin aja ya mas' sambil menjabat tangan jaff.
"hahahha iya pak" saut jaff dan aku hanya bisa tersenyum.
Wahh edan nih si bapak, tau tau muncul di depan surken ngucapin seamat terus jabat tangan jaff. Gilaaa nih orang niat amat hahaha antara sedih,senang, haruuu.
….
Perkiraan kami selama di pendakian tadi. Sampe surken langsung cari odon. Ganti baju di tenda odon terus pasang tenda. Kenyataannya, ga ada odon. Kirain si odon standby disitu coba kita yang udah basah kuyup yang gatu rupanya udah kaya apa.
"don, odon, odooooon" teriak aku sama jaff sambil muter muterin tenda di sekitaran situ di dekat pintu masuk surya kencana.
"kampret nih si odon pasang tenda dimana sih dia" kesal jaff
"gee kamu tunggu sini yaa. Jagain cariernya aku mau muter cari odon" lanjut jaff sambil menurunkan carier dan aku hanya mengangguk. Itu aku nunggu di tukang jualan jahe sama bakso. BAKSO? Iya bakso, ada yang jual bakso memang soalnya kami naik kan pas musim libur.
Aku nunggu di tempat itu sama beberapa orang yang lagi nunggu temannya. Ujan makin gede, makin gelap, kabut makin parah, tenda jualan penuh air sesekali seseorang mencoba mengeluarkan air yang menumpuk di tenda karena ujan yang deras pake banget.
....
Tiba-tiba jaff datang tepat dihadapan aku.
"gee, grrrrr" suara jaff lirih tepat berdiri di depan aku yang duduk
"jaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaff" aku panik, saat itu aku liat bibir jaff pucet, tangannya dingin beku bangettttt, badannya gemetar.
"jaff kamu kedinginan?" tanya aku panik dan seketika itu juga kepanikan aku ngalahin rasa dingin yang aku alamin.
"gee aku ga ketemu odon. Gee tolong ambilin jaket aku di atas carrier" terangnya sambil membuka jas ujan dan baju basah.
Jaff langsung pake jaketnya aku langsung simpen baju basahnya. Jaff duduk tepat di sebelah kanan aku. Masih gemetar kedinginan badannya.
"gee tolong keringin rambut aku" pintanya lirih dengan nada gemetar kedinginan hebat.
Aku langsung cari baju terus usap usap kepalanya. Jujur aku panik, karena serius mendingan aku yang kenapa kenapa daripada jaff. Klo jaff kenapa kenapa aku ga bisa apa apa. Aku ga bisa bawa carier ahh pikiran udah kemana mana. Aku bingung kira kira apa yang bikin jaff jadi hangat. Oke aku langsung buka tas daypacknya dan disitu ada kupluk, aku langsung pakein ke kepala jaff kupluk aku sambil di lapisin lagi sama kupluk jaket, ada sarung tangan aku juga langsung keluarin sarung tangannya. Sesekali aku usap usap punggung jaff, aku rangkul punggungnya, usap usap tangannya. Alhamdulillah setelah beberapa menit jaff mulai mendingan. Tapi aku yang down, aku mulai ngerasa dingin yang amat sangat lebih lebih saat ndaki tadi.
"gee aku ga kuat pasang tenda kalo lagi ujan gini. Biasanya klo lg sama temen temen. Temen temen aku yang pasang tenda, aku mah siap jadi aja" terangnya lirih
"terus gimana jaff? Aku udah mulai kedinginan" jawabku lirih sambil bergetar. Jaff pun meminta tolong ke bapak penjual untuk pasang tenda, berapapun harganya akan dibayar. Dan alhamdulillah si bapak mau.
Singkat cerita tenda di tempat seadanya bisa dibilang di tempat sampah siap di pasang. Gpp lah alhamdulillah daripada kedinginan.

Surken, 24 Juni 2018. 01.00 am

(meja makan kami di gunung)

Kebangun laper. Karena logistik ada di odon n friend akhirnya cuma ada nuget doang masaklah kita nuget sama saos. Namanya laper yaa abis juga akhirnya. Ga bawa minyak, minta minyak sama si akang. Alhamdulillah akangnya baiiiiik banget. Pas minum abis juga beli sama si bapak yang pasang tenda dan alhamdulillah juga pas lagi ada itu minum karena setelah itu ada yang beli minum tapi udah abis kata si bapak.

Surken, 24 Juni 2018 10.00
Makan nasi uduk 10.000. Lauknya telor sama tempe. Alhamdulillah pas lagi musim naik juga jadinya ada yang jualan. Dan ini mah ga ada uduk-uduknya banget baaaaah haha malah kaya nasi kucing, nasinya juga biasa. Yaaudahlah gpp lah ya.
"gee abis makan nasi uduk kita ke summit yaa ambil air" terang jaff
"iya sayang"
.....
(apa sih geeeeeeeeeeeeeeeeeee? tau apaan! )

Di perjalanan ke summit sambil video video, foto foto.
"gee gee itu kan si abi" terang jaff semangat
"waaaah iyaaa itu dia"
"bi pasang tenda dimana?" tanyanya penasaran
"disana dekat summit" jelasnya
"wah lu gua cari cariin dari kemarin. Terus lu sekarang mau kemana" tukas jaff ungkap kekesalan
"gua mau beli makanan" terang abi
"kan kata gua pasang tenda di deket pintu masuk surken"  lanjut jaff sedikit kesal
"iya kata gua juga gitu. Tapi kata hasbi biasanya dia pasang tenda disana" jelas abi
"ahhh yaudahlah lu ke tenda gua aja dulu" lanjut jaff
"gee kamu tunggu sini yaa. Aku ke tenda dulu" terang jaff ngomong ke aku
"iya sayang" aku pun nunggu mereka balik. Karena sepatu yang aku pake ga nyaman, aku jadi ngerasa sakit di bagian kaki. Ahh lupa bilang ke jaff minta tolong bawain pentilener.
Jadi pake pentilener di bagian kaki itu biar ga sakit, ga lecet-lecet gitu.
"Ge pake nih biar kaki kamu ga sakit" tiba tiba jaff dateng dan jalan ke arahku.
"aaaa jaff ILOVEU" ngomong ini dalam hati. Ngomong depan orangnya mah malu wkwkwk.

Di surya kencana,

(surya kencana 2018)

Kami masak masak lagi. Masak emi doang sih terus ngopi ngopi. Ngobrol ngobrol bercanda, ceng cengan. Aaaah pokoknya indah banget di surya kencana. 

(ciee udah bisa senyum gee. udah inget cara senyum ya gee?)

Bersyukur banget bisa sampai puncak liat ciptaan ALLAH yang subhanallah begitu indahnya bersama ciptaan ALLAH yang terindah, kamu jaff hehehe. 


(ciee yang udah bisa senyum. cie sampe juga surken)

Makasih banget udah sabar bimbing dan nuntun aku buat sampe puncak dan aku bersyukur banget pendakian pertama aku ini sama kamu. Orang yang sabaaaaaar banget :')



Jadi itu lah guys pengalaman mendaki aku pertama kalinya ke gn gede pangrango. Baca di postingan berikutnya untuk pengalaman turun dari gunung gede pangrango via gn putri.