Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Cantik Itu,,, Perlu Ga Sih ?



( Sesederhana ini gue tanpa make up )

Akhir-akhir ini gue sering bertanya dalam hati. "Cantik itu perlu ga sih?"

Hmm, setiap kali gue naik kereta di gerbong wanita. Gue sering melihat banyak wanita cantik disana. Jadi teringat danang darto the comment pernah bilang gini "wanita cantik setengah dari masalah hidupnya kelar menn !!"

Fine, gue iri sama mereka yang cantik. Karena memang gue adalah yang cuek sama penampilan dan apa adanya, simple and fleksibel. Sampai pada akhirnya, gue sadar. Lama juga sih sadarnya hohoo
tongue emotikon

Ternyata....Cantik doang aja itu ga cukup buat nemenin suami yang shaleh,
cantik doang aja itu ga cukup buat mendidik anak-anak agar menjadi anak yang shaleh dan shalehah,
cantik aja ga cukup untuk merawat orang tua dan mertua,
cantik aja itu ga cukup buat bisa kasih contoh yang baik ke saudara kandung ataupun saudara ipar.
*note:
Bukan berarti yaa yang cantik itu ga bisa kasih contoh. Yang cantik juga bisa kasih contoh kok asal jangan cantik doang. Ngerti kan?

Gue sadar banget sekarang, statement danang darto udah ngeracunin otak gue. Karena yang terpenting sekarang adalah bukan cantik atau tidaknya seseorang. Tapi shalehah atau tidak?
Mulai sekarang gue ubah statement gue "wanita shalehah,, semua dari masalah hidupnya kelar"
Bagaimana mungkin sebuah perhiasan dunia akan mempunyai masalah? justru wanita shalehah adalah jalan keluar dari masalah.
Sekalipun ada, pasti akan dengan segera di tepis masalah itu dengan kesabaran, doa dan ikhtiar.
Soooooo,
Kalau gagal jadi wanita yang cantik rupawan, cobalah jadi wanita yang menawan. Gagal juga? Gpp masih bisa jadi wanita yg beriman


Masih iri sama yang cantik? Hmm betapa mahalnya sebuah hidayah yaa hehe semoga yang baca tulisan ini dapat hidayah dan tetap istiqomah. Aamiin

jangan beranggapan gue wanita yang apalah-apalah. Gue juga masih banyak belajar kok
smile emotikon
makanya butuh bimbingan dari seseorang di masa depan hehehe. Apaaaaaa coba gue *halah



( lagi suka hijab, rok dan tas pendek gini)

( sukaaaa banget gue yang polos )

( suka banget sama tangan gue )






Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Sebuah Batas



Sebuah batas mungkin bisa terlihat dengan mata telanjang. 
Jelas, gamblang tanpa ragu. Tapi mungkinkah setiap keterbatasan yang kita miliki ini dapat kita jadikan sebagai acuan untuk hidup yang menghidupkan?.
 Kadang kehidupan ini oleh sebagian orang hanya dinilai dari sisi buruk yang “merugikannya saja”, 
kadang pula ada yang menilai kehidupan ini hanya dari sisi baik yang “menguntungkannya saja”, 
tanpa sadar bahwa kebaikan, keburukan, untung dan rugi merupakan acuan hidup yang akan menghidupkan. 
Bukan hanya untuk kehidupan di dunia saja, tapi juga di akhirat. Bukankah Allah sudah menegaskan kepada kita bahwa sungguh-sungguh kita akan diuji terhadap harta dan diri kita? [Âli 'Imrân/3 : 186]
Cinta itu butuh pengorbanan seperti halnya ikan membutuhkan air. Tanpa air, ikan tak mungkin bertahan lama. Pun sama halnya seperti cinta. Tanpa pengorbanan, apalah arti sebuah cinta. 
Bersedih & meratapi kesedihan sama sekali bukan jalan keluar untuk menghilangkan luapan rasa. Justru sebaliknya, hanya akan menambah dan mengingat ingat kesedihan. 
Selalulah bersyukur atas segala apa yang kita dapatkan. Karena semuanya begitu indah. 
Bersabarlah dengan ketabahan atas musibah yang menghampiri. Karena semuanya tak akan lama. 
Sedih itu hanya sementara, bahagiapun hanya sementara. Sakit itu sementara, sehatpun hanya sementara.  Miskin itu hanya sementara, kayapun hanya sementara. Dunia sementara, akhiratlah selama-lamanya. Berharaplah hanya kepada Allah yang maha segalanya. Yakinkan hati hanya kepadanya.



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"  [Ar-rahman/55 : 13]
Sudah jelas pula terdapat dalam al-quran surat Ar-rahman, bahkan bukan hanya sekali di sebutkan "
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" tetapi beberapa kali dalam surat tersebut. Jadi, kenapa lagi Anda harus bersedih? kenapa lagi Anda harus mengeluh? Kenapa lagi Anda harus meratapi nasib? hey,, hey,, hey.... Cobalah bersyukur kepada ALLAH. Ini bukan tentang Anda yang jelek, Bukan tentang Anda yang terlahir miskin, Bukan tentang Anda yang merasa bodoh dan tidak bisa apa-apa. Ini adalah tentang sebuah batas, batasan Anda untuk berubah menjadi pribadi yang selalu bersyukur. Rezeki,,, tidak selamanya terlihat dari uang. Rezeki yang ALLAH SWT berikan bisa berupa keluarga yang utuh, sakinah mawadah wa rahmah, kesehatan yang berlimpah, sahabat-sahabat yang selalu ada untuk Anda. Ingat !! Kebahagiaan tidak bisa di jual, Kebahagiaan milik semua orang yang selalu bersyukur. 


INGAT !!! Dunia ini tempat MENINGGAL dan bukan tempat kita TINGGAL, karena semua kan kembali padanya. 







Created By:

Sugestiku - Sugestimu







Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

seperti apa orang tua di hati kita?




Seperti apa sih kata yang namanya orang tua di hati kalian?? . . .apa kalian udah meghormati? smile emotikon tp udah di repisi belum sikap kalian dan hormat kalian ke orang tua seperti apa? Hehe.
Kenapa kita harus bahas itu. . .karena kasin dong skripsi kita aja di revisi. . .masa kata orang tua di hati kita gak di revisi ;)

Seperti apa sih orang tua kita itu? Apa kalian tau bahwa kita besar dari tetes keringatnya. Trus knapa kita masih mengeluh kalau hanya disuruh ini, disuruh itu. Kenapa masih mengeluh tentang gaji kita yang sebagian untuk mereka....

Sebelumnya admin mau tanya dulu, apakah kalian terlahir dalam keadaan normal atau sesar, coba perhatikan itu, jika kalian dilahirkan sesar hmm berapa juta yaa biaya kita dilahirkan dulu.. heh . .apakah kalian tau? Walaupun kalin tau, jangan tetap jangan anggap remeh hal itu... betapa sakitnya ibu kita terutama yang melahitkan kita. . .tarohanya hidup dan mati loh sob. Hmm antara ibu dan anak selamet.atau ibunya saja yang selamat.atau anaknya aja yang selamat. . .hmm bahkan bisa jadi ke dua2 nya ko tidak selamat. . .

Jangan memandah hal remeh perjuangan ibu melahirkan kita, Gak ada loh yang bisa membalas semua itu kecuali hanya dengan sikap kita atau timbal balik kita sebagai anak kepada orang tua.
Mulai merevisi yuk. Seperti apa kehidupan kalian dalam sehari hari saat ini. . .
Apa kalian sudah bekerja? Atau dalam kuliah?
Revisi awalnya gampang.. .... sudah kah anda bisa bertemu sitiap hari dengan mereka?

Sudah setiap hari membahagiakannya? Meskipun hal kecil? Sudah membuat mereka bangga? Sudahkah kita melakukan hal kecil yang membuat mereka akan bilang pada orang lain "itu loh anak saya, saya bangga sama anak saya" Ayoo lakukan sekarang !!! Kalau bukan membahagiakan orang tua kita sekarang? Kapan lagi? Kita ga pernah tau, kapan Allah mengambil mereka. Tapi kita bisa membuat mereka bahagia dengan waktu kita. Ayoo revisi prilaku acuh tak acuh hidup kita pada orang tua.

Manaa ibu looo . . . Cium kakinya !! Dan peluk !! Mana papah looo ... ajak senyum .. jabat tangannya !!!! Peluk jugaaa pake gaya laki !!!!!. . . Sekarangan bukan nanti!!!! Gw saranin buat yang masih bisa ketemu sama orang orang tua lo . . . . semangat .

Ingat !!! Mereka menaruh harapan yang begitu besar di setiap pundak kalian. Sadari itu !!! Doakan ortu lo di akhir shalat !!! Ajari dengan sabar ortu lo yang jadul itu !!! Pegang tangannya, cium tangannya setiap hari.... jangan lupa lo perhatiin setiap harinya, tangan ortu lo semakin keriput.... Segeralah membuat hal yang terbaik di hidupnya !!! Semangat !!!!!!!

Ambil langkah kalian sekarang. Tatap wajah bapa kalian, perhatikan !!! Setiap harinya ada saja satu garis keriput di wajahnya !!! Bapa... yang rela kerja dari pagi sampai sore cari nafkah hanya untuk hidup kita. Bapa.. seringkali di kantor di anggap rendah sama atasannya, tapi dirumah masih bisa menyembunyikan itu semua dan masih bisa tersenyum untuk kita... Ga peduli berapa kali di caci-maki, di hina bapa tetap bertahan dalam pekerjaan untuk kehidupan kita. Ya kita anaknya.... Mama... Yang dari pagi sudah sibuk memasakkan kita, mencuci baju kotor kita, dengan sabar membesarkan kita dan menasehati kita.... Mama,,, yang rela menahan apapun yang diinginkan demi kita. Menahan lapar, menahan amarah... Lantas mengapa kita masih meminta? Dengan pengorbanan yang sebegitu indahnya masihkah kita tidak cukup dengan surga kecil dirumah yang biasa kita sebut sebagai keluarga? Seperti apa orang tua di hati kita?



Created By:

Sugestiku - Sugestimu




Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook