Artikel Pengetahuan



pengembangan sistem pakar menggunakan Visual basic


ARTIFICIAL INTELLGENCE (AI) merupakan suatu studi khusus dimana tujuannya adalah membuat computer berfikir dan bertindak seperti manusia. Banyak implementasi Articial intelligence dalam bidang computer. Misalnnya Decision Support System (DSS), Robotic, Natural Language, Neural Network dan lain-lain.

Pengembangan kecerdasan buatan merupakan sistem pakar yamg menggabungkan pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan masalah secara normal yang memerlukan keahlian manusia. Sistem pakar ini akan melakukan suatu keahlian yang umumnya hanya dimiliki oleh pakat ahli tertentu pada bidang tertentu. Tujuan dari pengembangan kecerdasan buatan tersebut bukanlah untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia kedalam bentuk sistem sehingga dapat di gunakan oleh banyak orang.

Dalam mengembangakn sistem pakar tidak harus dengan bahasa pemrograman visual basic. Anda bisa dapat mengembangkannya dengan bahasa pemrograman visual lain yang mendukung teknik pengolahan data seperti visual FoxPro, Delphi, Dbase dan lain sebagainya. Untuk anda yang baru mempelajari sistem pakar, sebaiknya anda sudah mengenal konsep dasar perancangan database secara umum, misalnya mengenai field, file indeks, primary key, foreign key dan bagaimana membuat relasi antar tabel dalam sebuah database.

Tahapan pengembangan sistem pakar terdiri dari beberapa fase-fase diantaranya: identifikasi, konseptualisasi, formalisasi, implementasi, evaluasi, pengembangan sistem. Tahapan-tahapan tersebut merupakan salah satu bagian dari komponen dasar sistem pakar.
Pengembangan sistem pakar dengan visual basic merupakan salah satu implementasi yang sederhana dan sangat berguna bagi banyak orang terutama programmer karena didalam visual basic terdapat beberapa fasilitas yang mudah di pelajari dan termasuk ke dalam native code. Pengembangan ini yang lumayan banyak di gunakan beberapa programmer dalam membuat sistem pakar.

Referensi:
1.       Turban, Efraim. Decision Support System and Expert System. New Jersey: Prentice Hall International Inc, 1995
2.       Balena, Francesco. Programming Microsoft Visual Basic 6.0. Washington: Microsoft Press, 1999
3.       Andi, Dany. Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Visual Basic. Yogyakarta: Andi, 2003






Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

satu sudut

aku berada di dalam satu sudut. 
di sudut ini seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan.
di sini sepi, tidak ada yang berbicara, 
tidak ada yang bercerita dan tidak ada yang tertawa.
hanya ada suara angin, hujan, 
bahkan beberapa suara kicauan burung yang seakan menertawai kebodohanku

oh tuhan....
siapa aku ini? sedang apa? dimana? who is... who that.... who?? who??? who???
saat aku tidak mampu lagi untuk menahan pahit semua rasa kesepian ini,
saat itulah aku tau bahwa aku menangis, yaa menangis :'|
air mata yang semakin lama semakin banyak jatuh di pipi ini 
semakin membuat hati ini terasa sakit, sangat sakit
seketika ada yang datang, 
akupun bungkam seribu bahasa. 
bungkam terhadap rasa sakit ini. berharap dia mengerti.
hanya mengerti, cuma itu...
ohhh tuhan.....
apa yang terjadi di dalam sudut ini?





Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

MRP

MRP (Material Requirement Planning)
Definisi MRP
Perencanaan kebutuhan material (MRP) dapat didefinisikan sebagai suatu teknik atau set prosedur yang sistematis untuk penentuan kuantitas serta waktu dalam proses perencanaan dan pengendalian item barang (komponen) yang tergantung pada item–item tingkat (level) yang lebih tinggi (dependent demand). Ada 4 kemampuan yang menjadi ciri utama dari sistem MRP yaitu:
1. Mampu menentukan kebutuhan pada saat yang tepat.
2. Membentuk kebutuhan minimal untuk setiap item.
3. Menentukan pelaksanaan rencana pemesanan.
4. Menentukan penjadwalan ulang atau pembatalan atas suatu jadwal yang sudah direncanakan.
Input MRP
Input yang dibutuhkan dalam konsep MRP, yaitu sebagai berikut :
1. Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule), merupakan ringkasan skedul produksi produk jadi untuk periode mendatang yang dirancang berdasarkan pesanan pelanggan atau peramalan permintaan. JIP berisi perencanaan secara mendetail mengenai jumlah produksi yang dibutuhkan untuk setiap produk akhir beserta periode waktunya untuk suatu jangka perencanaan dengan memperhatikan kapasitas yang tersedia. Sistem MRP mengasumsikan bahwa pesanan yang dicatat dalam JIP adalah pasti, kendatipun hanya merupakan peramalan.
2. Status Persediaan (Inventory Master File atau Inventory Status Record), merupakan catatan keadaan persediaan yang menggambarkan status semua item yang ada dalam persediaan yang berkaitan dengan:
a. Jumlah persediaan yang dimiliki pada setiap periode (on hand inventory).
b. Jumlah barang yang sedang dipesan dan kapan pesanan tersebut akan datang (on order inventory).
c. Lead time dari setiap bahan.
3. Struktur Produk (Bill Of Material), merupakan kaitan antara produk dengan komponen penyusunnya yang memberikan informasi mengenai daftar komponen, campuran bahan dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat produk. BOM juga memberikan deskripsi, penjelasan dan kuantitas dari setiap bahan baku yang diperlukan untuk membuat satu unit produk. Proses MRP
Langkah–langkah dasar dalam penyusunan MRP, yaitu antara lain: 1. Netting, yaitu proses perhitungan jumlah kebutuhan bersih untuk setiap periode selama horison perencanaan yang besarnya merupakan selisih antara kebutuhan kotor dengan jadwal penerimaan persediaan dan persediaan awal yang tersedia.
2. Lotting, yaitu penentuan besarnya ukuran jumlah pesanan (lot size) yang optimal untuk sebuah item berdasarkan kebutuhan bersih yang dihasilkan.
3. Offsetting, yaitu proses yang bertujuan untuk menentukan saat yang tepat melaksanakan rencana pemesanan dalam pemenuhan kebutuhan bersih. Penentuan rencana saat pemesanan ini diperoleh dengan cara mengurangkan kebutuhan bersih yang harus tersedia dengan waktu ancang-ancang (lead time).
4. Exploding, merupakan proses perhitungan dari ketiga langkah sebelumnya yaitu netting, lotting dan offsetting yang dilakukan untuk komponen atau item yang berada pada level dibawahnya berdasarkan atas rencana pemesanan.
Output MRP
Output MRP sekaligus juga mencerminkan kemampuan dan ciri dari MRP, yaitu :
1. Planned Order Schedule (Jadwal Pesanan Terencana) adalah penentuan jumlah kebutuhan material serta waktu pemesanannya untuk masa yang akan datang.
2. Order Release Report (Laporan Pengeluaran Pesanan) berguna bagi pembeli yang akan digunakan untuk bernegoisasi dengan pemasok dan berguna juga bagi manajer manufaktur yang akan digunakan untuk mengontrol proses produksi.
3. Changes to Planning Orders (Perubahan terhadap pesanan yang telah direncanakan) yang merefleksikan pembatalan pesanan, pengurangan pesanan dan pengubahan jumlah pesanan.
4. Performance Report (Laporan Penampilan), suatu tampilan yang menunjukkan sejauh mana sistem bekerja, kaitannya dengan kekosongan stok dan ukuran yang lain.


Kebutuhan Model Persediaan Dependen


          Pesanan Pembelian : pada saat pesanan pembelian dibuat, catatan mengenai pesanan itu dan tanggal pengirimannya harus tersedia untuk karyawan departemen produksi
          Lead Time untuk Setiap Komponen : karyawan departemen produksi menentukan waktu menunggu, bergerak, memasang, dan memproduksi untuk setiap komponen.
          MRP banyak digunakan sebagai teknik manajemen produksi / operasi terutama dalam lingkungan manufaktur, karena MRP menggunakan kemampuan komputer untuk menyimpan dan mengolah data yang berguna dalam menjalankan kegiatan perusahaan.
          Tujuan MRP : (1) Meminimalkan persediaan dimana pembelian bahan dilakukan sebatas yang diperlukan saja (2) Mengurangi risiko karena keterlambatan produksi atau pengiriman (3) Komitmen yang realistis, dimana jadual produksi diharapkan dapat dipenuhi sesuai rencana, sehingga komitmen terhadap pengiriman barang dapat dilakukan secara lebih realistis (4) Meningkatkan efisiensi, karena jumlah persediaan, waktu produksi dan waktu pengiriman barang dapat direncanakan lebih baik sesuai dengan jadual induk produksi


sumber: http://digilib.ittelkom.ac.id/



Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Nothing

heyy, aku kangen cerita banyak sama kamu. rasanya memang benar-benar cuma kamu yaa yang mau mendengarkan aku :) hehehe meskipun terkadang ceritanya suka aneh, ga jelas, ga nyambung. saat semuanya berlalu begitu aja baru sadar kalau ada yang benar-benar mencintai aku dan akhirnya aku semakin sadar kalau semua itu dulu.

besok aku ujian utama loh :'D dan semuanya menumpuk di hari ini. seperti kehilangan motivator terbaik dalam hidup aku. kamu tau ga, aku cape sama ujian ini. ga ada yang ulurin tangan buat bangunin aku. rasanya aku terpuruk banget malam ini dan kali ini ga ada penyemangat hidup aku. aku semakin sadar kalau cuma kamu yang benar-benar mengajarkan aku bagaimana mencintai tanpa pamrih :'( beraaaat banget rasanya melawan ini sendirian. ngerasa kaya ada bagian tubuh yang terluka, tapi gatau yang di sebelah mana. akhirnya saat air mata ini ada, aku baru tau kalau yang terluka ada di sini, di hati aku :'|

aku ga tau mana sifat kamu yang sebenarnya? yang baik kah atau yang buruk kah?
semua ini terlihat sangat rumit. aku coba memahami, mengikhlaskan, bersabar. sampai di malam ini semuanya sudah tidak bisa lagi aku simpan dan aku ceritakan ini sama kamu :'(



Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Mawar vs edelweiss





Aku tau mawar pasti akan layu. Tidak seindah saat pertama mawar di ambil dari pohonnya. Untuk tu jangan pernah ambil 1 tangkai mawarpun karena pasti ia akan layu dan berduri cukup memandang saja , namun terkadang mata saja bisa menipu. Dari jauh terlihat indah tetapi tidak untuk di lihat lebih dekat.

Aku tau edelweiss adalah bunga abadi. Seabadi bunga itu bisa bertahan setelah di petik dari tangkainya. Bukan berarti orang lain dengan mudah dan dengan semaunya memetik bunga itu. Cukup dengan melestarikannya sebagai kekayaan alam. Mata boleh memandangi sepuasnya, semaunya, menyentuhnya tapiiiii jangan petik juga bunga itu… INGAT bunga edelweiss itu salah satu kekayaan alam yang ada di sekitar kita. Meskipun edelweiss tidak termasuk tanaman yang di lindungi tapi kita wajib menjaga semua tanaman jangan sampai ada tanaman yang punah di tanah air tercinta ini. Huhft~ edelweiss yaa, bunga yang paling banyak orang suka terutama dikalangan muda. Biasanya selalu di jadikan symbol ke setiaan. Sayang mawar tidak seindah edelweiss. Bunga yang hanya tumbuh di tepi tebing. 





Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

push button, limit switch, relay





Push Button / Saklar Tekan


Dalam dunia industri terdapat berbagai macam jenis-jenis mesin dengan cara kerja yang berbeda-beda dan fungsi yang berbeda pula sehingga menghasilkan output atau hasil yang bervariasi, untuk menggerakan suatu mesin diperlukan suatu alat yang sangat banyak jenis dan ragamnya, salah satunya adalah Push Button atau saklar tekan.


. Pada Push Button (PB), terdapat kontak-kontaknya, yang berupa normaly close (NC) dan normaly open (NO), atau ada juga PB yang memiliki jumlah kontak lebih banyak.


. Ini adalah gambar Push Button atau dalam bahasa Indonesianya yaitu saklar tekan yang artinya alat ini akan bekerja dengan cara ditekan, alat ini sangat umum, banyak digunakan diberbagai mesin baik itu diindustri ataupun diinstansi pendidikan lainnya, alat ini juga paling mudah untuk dipelajari atau dipahami karena fungsi dan cara kerjanya yang sangat sederhana, pada bagian atasnya terdapat knop yang berfungsi sebagai area penekan (warna merah), lalu disamping kiri dan kanan terdapat terminal, kontak normally open (no) dan normally close (nc) berfungsi sebagai terminal wiring yang dihubungkan dengan alat listrik lainnya, mempunyai kapasitas beban sekitar 5 A.




Cara Kerja.

. Alat ini befungsi sebagai pemberi sinyal masukan pada rangkaian listrik, ketika / selama bagian knopnya ditekan maka alat ini akan bekerja sehingga kontak-kontaknya akan terhubung untuk jenis normally open dan akan terlepas untuk jenis normally close, dan sebaliknya ketika knopnya dilepas kembali maka kebalikan dari sebelumnya, untuk membuktikannya pada terminalnya bisa digunakan alat ukur tester / ohm meter, pada umumnya pemakaian terminal jenis NO digunakan untuk menghidupkan rangkaian dan terminal jenis NC digunakan untuk mematikan rangkaian, namun semuanya tergantung dari kebutuhan mesin.

Penggunaan.

. Seperti telah kita ketahui, alat ini sangat banyak digunakan, dalam sebuah operation panel bisa terdapat beberapa Push Button tergantung dari keperluan, alat ini juga memiliki kode warna pada bagian knopnya untuk membedakan fungsi dari masing-masing alat,seperti warna merah digunakan untuk tombol berhenti/stop, lalu warna hitam digunakan untuk tombol jalan/start kemudian warna kuning digunakan untuk tombol reset atau alarm stop, ada beberapa contoh penggunaan Push Button seperti untuk menjalankan motor/pompa, menjalankan conveyor, menghidupkan lampu, mereset alarm, menyalakan bell, menghidupkan cylinder dan masih banyak lagi.



Limit switch
Limit switch merupakan jenis saklar yang dilengkapi dengan katup yang berfungsi menggantikan tombol. Prinsip kerja limit switch sama seperti saklar Push ON yaitu hanya akan menghubung pada saat katupnya ditekan pada batas penekanan tertentu yang telah ditentukan dan akan memutus saat saat katup tidak ditekan. Limit switch termasuk dalam kategori sensor mekanis yaitu sensor yang akan memberikan perubahan elektrik saat terjadi perubahan mekanik pada sensor tersebut. Penerapan dari limit switch adalah sebagai sensor posisi suatu benda (objek) yang bergerak. Simbol limit switch ditunjukan pada gambar berikut.

Gambar Simbol Dan Bentuk Limit Switch


Limit switch umumnya digunakan untuk : Memutuskan dan menghubungkan rangkaian menggunakan objek atau benda lain. Menghidupkan daya yang besar, dengan sarana yang kecil. Sebagai sensor posisi atau kondisi suatu objek. Prinsip kerja limit switch diaktifkan dengan penekanan pada tombolnya pada batas/daerah yang telah ditentukan sebelumnya sehingga terjadi pemutusan atau penghubungan rangkaian dari rangkaian tersebut. Limit switch memiliki 2 kontak yaitu NO (Normally Open) dan kontak NC (Normally Close) dimana salah satu kontak akan aktif jika tombolnya tertekan.  Konstruksi dan simbol limit switch dapat dilihat seperti gambar di bawah.

Gambar  Konstruksi Dan Simbol Limit Switch






Prinsip kerja dan pengertian RELAY
Relay adalah saklar elektronik yang dapat membuka atau menutup rangkaian dengan menggunakan control dari rangkaian elektronik lain. Sebuah relay tersusun atas kumparan, pegas, saklar(terhubung pada pegas) dan 2 kontak elektronik (normally close dan normally open)
1.       Normally close (NC) : saklar terhubung dengan kontak saat ini saat relay tidak aktif atau dapat dikatakan saklar dalam kondisi terbuka.
2.       Normally open (NO) : saklar terhubung dengan kontak ini saat relay aktif atau dapat dikatakan saklar dalam kondisi tertutup.

Berdasarkan pada prinsip dasar cara kerjanya, relay dapat bekerja karena adanya medan magnet yang di gunakan untuk menggerakkan saklar. Saat kumparan di berikan tegangan kerja relay maka akan timbul medan magnet pada kumparan karena adanya arus yang mengalir pada lilitan kawat. Kumparan yang bersifat sebagai electromagnet ini kemudian ajkan menarik saklar dari kontak NC ke kontak NO. jika tegangan pada kumparan dimatikan maka medan magnet pada kumparan akan hilang sehingga pegas akan menarik saklar ke kontak nc.

BOSCH 4 kaki – 0 332 019 453
Merupakan relay otomotif dengan tegangan kerja 12 volt DC dan kapasitas arus yang dapat di tangani adalah maksimal 30a. relay ini berkaki 4 di dalamnya terdapat resistor penahan arus  bgalik yang umumnya tegangan sangat tinggi hingga 2000 volt.
Contoh penggunaan relay BOSCH 4 kaki – 0 332 019 453
Skema di bawah ini menjelaskan pemasangan lampu tambahan dengan memanfaatkan relay tersebut.
                                                                                                                                                         




Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook

Teknik peramalan



 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Teknik Peramalan.

Peramalan sebenarnya upaya untuk memperkecil resiko yang timbul

akibat pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan produksi. Semakin

besar upaya yang dikeluarkan tentu resiko yang dapat dihindari semakin besar

pula. Namun upaya memperkecil resiko tersebut dibatasi oleh biaya yang

dikeluarkan akibat mengupayakan hal tersebut.

Faktor-Faktor yang harus dipertimbangkan:

1. Horizon Peramalan

Ada dua aspek dari horison waktu yang berhubungan dengan masing –

masing metoda peramalan yaitu :

a. Cakupan waktu dimasa yang akan datang
Untuk mana perbedaan dari metoda peramalan yang digunakan
sebaiknya disesuaikan .
b. Jumlah periode untuk mana ramalan diinginkan
Beberapa teknik dan metoda hanya dapat disuaikan untuk peramalan
satu atau dua periode di muka, sedangkan teknik dan metoda lain dapat
dipergunakan untuk peramalan beberapa periode dimasa mendatang.
2. Tingkat Ketelitian
Tingkat ketelitian yang dibutuhkan sangat erat hubungannya dengan
tingkat perincian yang dibutuhkan dalam suatu peramalan. Unuk beberapa
pengambilan keputusan mengharapkan variasi atau penyimpangan atas
ramalan yang dilakukan antara 10 persen sampai dengan 15 persen bagi
maksud – maksud yang mereka harapkan, sedangkan untuk hal atau kasus
lain mungkin menganggap bahwa adanya variasi atau penyimpangan atas
ramalan sebesar 5 persen adalah cukup berbahaya.
3. Ketersediaan Data.
Metode yang dipergunakan sangat besar manfaatnya, apabila dikaitkan
dengan keadaan atau informasi yang ada atau data yang dipunyai. Apabila
dari data yang lalu diketahui adanya pola musiman, maka untuk peramalan
satu tahun ke depan sebaiknya digunakan metode variasi musim.
Sedangkan apabila dari data yang lalu diketahui adanya pola hubungan
antara variable – variable yang saling mempengaruhi, maka sebaiknya
dipergunakan metode Sebab Akibat (causal) atau korelasi (correlation).
4. Bentuk Pola Data.
Dasar utama dari metoda peramalan adalah anggapan bahwa macam dari
pola yang didapati didalam data yang diramalkan akan berkelanjutan.
Sebagai contoh, beberapa deret yang melukiskan sutau pola musiman,
demikian pula halnya dengan suatu pola trend. Metoda peramalan yang lain
mungkin lebih sederhana, terdiri dari suatu nilai rata – rata, dengan
fluktuasi yang acakan atau random yang terkandung. Oleh karena adanya
perbedaan kemampuan metoda peramalan untuk mengidentifikasikan pola
–pola data, maka perlu adanya usaha penyesuaian antara pola data yang telah diperkirakan terlebih dahulu dengan teknik dan metoda peramalan
yang akan digunakan.
5. Biaya.
Umumnya ada empat unsur biaya yang tercakup dalam penggunaan suatu
prosedur ramalan, yaitu biaya – biaya pengembangan, penyimpanan
(storage) data, operasi pelaksanaan dan kesempatan penggunaan teknik –
teknik dan metoda lainnya. Adanya perbedaan yang nyata dalam jumlah
biaya, mempunyai pengaruh atas dapat menarik tidaknya penggunaan
metode tertentu untuk sutau keadaan yang dihadapi.
6. Jenis dari model
Sebagai tambahan perlu diperhatikan anggapan beberapa pola dasar yang
penting dalam data. Banyak metoda peramalan telah menganggap adanya
beberapa model dari keadaan yang diramalkan . Model – model ini
merupakan suatu derat dimana waktu digambarkan sebagai unsur penting
untuk menentukan perubahan – perubahan dalam pola, yang mungkin
secara sistematik dapat dijelaskan dengan analisis regresi atau korelasi.
Model yang lain adalah model sebab akibat atau “causal model”, yang
menggambarkan bahwa ramalan yang dilakukan sangat tergantung pada
terjadinya sejumlah peristiwa yang lain, atau sifatnya merupakan
campuran dari model – model yang telah disebutkan diatas. Model – model
tersebut sangat penting diperhatikan, karena masing – masing model
tersebut mempunyai kemampuan yang berbeda – neda dalam analisis
keadaan untuk pengambilan keputusan.
7. Mudah tidaknya penggunaan dan aplikasinya
Satu prinsip umum dalam penggunaan metoda ilmiah dari peramalan
untuk menagement dan analisis adalah metoda – metoda yang dapat
dimengerti dan mudah diaplikasikan yang akan dipergunakan dalam
pengambilan keputusan adan analisa. Prinsip ini didasarkan pada alasan
bahwa, bila seorang manajer atau analisis bertanggung jawab atas
keputusan yang diambilnya atau hasil analisa yang dilakukan, maka ia
sudah tentu tidak menggunakan dasar yang tidak diketahuinya atau tidak diyakininya. Jadi, sebagai ciri tambahan dari teknik dan metoda peramalan
adalah bahwa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dari keadaan
ialah teknik dan metoda peramalan yang dapat disesuaikan dengan
kemampuan dari manager atau analisis yang akan menggunakan metoda
ramalan tersebut.


Sumber: ocw.usu.ac.id




Follow Me On Twitter Follow Me On Instagram Follow Me On Facebook ndorogestii@gmail.com Follow Me On Fanpage Facebook